Hello,Welcome to!

Selangkah Maju

Professional Sport Teacher Penikmat Lanskap Penikmat Perjalanan Writing Keluh Kesah

Kamis, 29 September 2022

  • September 29, 2022
  • by

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

Jl. Madrasah II Rt.09/10, Kec. Duren Sawit Jakarta Timur

Lingkup Pendidikan

SDN Duren Sawit 14 Pagi

Tujuan yang ingin dicapai

Mempraktikkan penggunaan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor dan manipulatif sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik

Penulis

Gabriel Posenti Bambang Ardiyanto

Tanggal

30 Augustus 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Peralihan pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka membuat keterampilan siswa dalam senam irama sangat kurang, terutama bagi siswa kelas III yang dari awal masuk sekolah kelas I sampai kelas III dengan sistem PJJ. Selama PJJ, siswa tidak bisa melaksanakan pembiasaan senam irama bersama, sehingga ini merupakan hal baru yang mereka lakukan terutama pada tahun ajaran 2022/2023. Selain situasi yang membuat mereka kurang dalam praktik senam irama, tingkat kesulitan dalam senam irama poco-poco yang menjadi pembiasaan senam di sekolah juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi guru, wawancara dengan rekan guru sejawat dan wakil kepala sekolah dan Pakar. maka beberapa tantangan yang harus diselesaikan, yaitu:

§  Mayoritas siswa kelas III belum menguasai gerakan langkah kaki senam irama poco-poco

 

Selain tantangan yang ada dari sisi siswa, ada juga tantangan yang ada disekolah, yaitu

§  Model pembelajaran yang belum relevan dengan kebutuhan siswa

 

Yang terlibat dalam menyelesaikan tantangan diatas yaitu, rekan guru sejawat, wakil kepala sekolah dan pakar.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Guru harus segera menyelesaikan tantangan diatas, maka langkah yang dilakukan adalah sebgai berikut;

1.    Melakukan observasi terhadap siswa kelas III yang sudah mulai memahami langkah-langkah senam poco-poco saat pembiasaan senam

2.    Membuat media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk belajar

3.    Menerapkan pembelajaran Problem Based Learning. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemapuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan dan kontektual.

 

Pelaksanaan pembelajaran dengan model Problem Based Learning yaitu;

§  Menyampaikan materi pembelajaran dan menayangkan media pembelajaran langkah kaki senam poco-poco.

§  Setelah melihat video pembelajaran, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk berlatih secara mandiri dengan di pimpin siswa yang lebih mahir.

§  Guru membimbing dan mengarahkan setiap kelompok.

§  Setiap kelompok mempraktikan hasil latihannya di depan teman satu kelasnya.

§  Guru memberikan evaluasi dari pembelajaran yang sudah di laksanakan.

 

Sumber daya/materi yang disiapkan untuk menjunjang pembelajaran, yaitu:

§  Buku Penjasorkes kelas III

§  RPP Aktivitas Gerak Ritmik Kelas III

§  Video pembelajaran

§  Laptop dan LCD.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Hasil cukup efektif dengan memberikan contoh pada satu kelompok untuk membuat barisan atau formasi pada kelompoknya masing-masing dengan tetap mendapat bimbingan guru.

Siswa kelompok yang lain terpacu untuk membuat formasinya sendiri dengan melihat dari kelompok yang menjadi contoh.

Kerjasama, keberanian dan inisiatif siswa untuk saling mengungkapkan pendapatnya dalam kelompok menjadi pembelajaran bagi siswa dan keberhasilan dalam proses pembelajaran.

 

 

 

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

JOHN DOE
+123-456-789
Melbourne, Australia

SEND ME A MESSAGE

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto saya
Seorang lelaki yang hobi di bidang olahraga, perjalanan solo dan lanskap