LK
3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan,
Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait
Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
Jl.
Madrasah II
Rt.09/10, Kec. Duren Sawit Jakarta Timur |
|
Lingkup Pendidikan |
SDN
Duren Sawit 14 Pagi |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Mempraktikkan
penggunaan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor dan
manipulatif sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas
gerak ritmik |
|
Penulis |
Gabriel
Posenti Bambang Ardiyanto |
|
Tanggal |
30
Augustus 2022 |
|
Situasi: Kondisi yang menjadi latar
belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang
menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Peralihan
pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka membuat keterampilan siswa
dalam senam irama sangat kurang, terutama bagi siswa kelas III yang dari awal
masuk sekolah kelas I sampai kelas III dengan sistem PJJ. Selama PJJ, siswa
tidak bisa melaksanakan pembiasaan senam irama bersama, sehingga ini
merupakan hal baru yang mereka lakukan terutama pada tahun ajaran 2022/2023.
Selain situasi yang membuat mereka kurang dalam praktik senam irama, tingkat
kesulitan dalam senam irama poco-poco yang menjadi pembiasaan senam di
sekolah juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh. |
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi
tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, |
Setelah
dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi guru, wawancara dengan rekan
guru sejawat dan wakil kepala sekolah dan Pakar. maka beberapa tantangan yang
harus diselesaikan, yaitu: §
Mayoritas siswa kelas III belum
menguasai gerakan langkah kaki senam irama poco-poco Selain
tantangan yang ada dari sisi siswa, ada juga tantangan yang ada disekolah,
yaitu §
Model pembelajaran yang belum
relevan dengan kebutuhan siswa Yang
terlibat dalam menyelesaikan tantangan diatas yaitu, rekan guru sejawat,
wakil kepala sekolah dan pakar. |
|
Aksi : Langkah-langkah apa yang
dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/
bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau
materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Guru
harus segera menyelesaikan tantangan diatas, maka langkah yang dilakukan
adalah sebgai berikut; 1.
Melakukan observasi terhadap siswa
kelas III yang sudah mulai memahami langkah-langkah senam poco-poco saat
pembiasaan senam 2.
Membuat media pembelajaran yang
memudahkan siswa untuk belajar 3.
Menerapkan pembelajaran Problem
Based Learning. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran
yang menggunakan berbagai kemapuan berpikir dari peserta didik secara
individu maupun kelompok untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna,
relevan dan kontektual. Pelaksanaan
pembelajaran dengan model Problem Based Learning yaitu; §
Menyampaikan materi pembelajaran
dan menayangkan media pembelajaran langkah kaki senam poco-poco. §
Setelah melihat video pembelajaran,
siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk berlatih secara mandiri
dengan di pimpin siswa yang lebih mahir. §
Guru membimbing dan mengarahkan
setiap kelompok. §
Setiap kelompok mempraktikan hasil
latihannya di depan teman satu kelasnya. §
Guru memberikan evaluasi dari
pembelajaran yang sudah di laksanakan. Sumber
daya/materi yang disiapkan untuk menjunjang pembelajaran, yaitu: §
Buku Penjasorkes kelas III §
RPP Aktivitas Gerak Ritmik Kelas III
§
Video pembelajaran §
Laptop dan LCD. |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi
dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak
efektif? Mengapa? Bagaimana respon
orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Hasil
cukup efektif dengan memberikan contoh pada satu kelompok untuk membuat
barisan atau formasi pada kelompoknya masing-masing dengan tetap mendapat
bimbingan guru. Siswa
kelompok yang lain terpacu untuk membuat formasinya sendiri dengan melihat
dari kelompok yang menjadi contoh. Kerjasama,
keberanian dan inisiatif siswa untuk saling mengungkapkan pendapatnya dalam
kelompok menjadi pembelajaran bagi siswa dan keberhasilan dalam proses
pembelajaran. |
